Jumat, 17 November 2023

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SPIRITUAL SISWA

 STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SPIRITUAL SISWA

Oleh: Yumitha Aidilla

Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin


Pendidikan adalah upaya sadar dan terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar tumbuh berkembang menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu, sehat dan berakhlak mulia. Pengertian karakter secara etimologis menurut para ahli adalah sebagaimana diuraikan berikut ini. Syarbini menyatakan kata karakter berasal dari bahasa Inggris, (character) yang berarti a distinctive differentiating mark, tanda atau sifat yang membedakan seseorang dengan orang lain. Syarbini juga menjelaskan bahwa kata karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti to mark (menandai) dan memfokuskan pada bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku.

Karakter spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah menuju manusia yang seutuhnya dan memiliki pola pemikiran tauhid, serta berprinsip “hanya karena Allah”. Kecerdasan spiritual (SQ) juga memungkinkan diri menyatukan hal-hal yang bersifat intrapersonal dan interpersonal, serta menjembatani kesenjangan antara diri dan orang lain. SQ juga membantu menjalani hidup pada makna yang lebih dalam, menghadapi baik dan jahat, hidup dan mati, serta asal usul serta dari penderitaan dan keputus asaan manusia.

Pendidikan karakter secara perinci memiliki lima tujuan. Pertama, mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai karakter bangsa. Kedua, mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius. Ketiga, menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggungjawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Keempat, mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri,kreatif, dan berwawasan kebangsaan. Kelima, mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, dan dengan rasa persahabatan yang tinggi dan penuh kekuatan. 

Strategi dalam pembentukan karakter spiritual dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, melibatkan peserta didik dalam beribadah. Apabila jiwa atau batin seseorang mengalami pencerahan, sangat mudah baginya mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Agar anak-anak mempunyai kecerdasan spiritual yang baik, perlu dilibatkan untuk beribadah sejak usia dini. Kedua, mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan-kegiatan sosial, bertujuan agar peserta didik mengerti arti sebuah kebersamaan, kesetiakawanan, kepedulian terhadap sesama sebagai makhluk ciptaan-Nya. Ketiga, melibatkan peserta didik dalam kegiatan keagamaan dapat dilakukan dengan melakukan praktik ibadah sekaligus penjelasan tentang makna dan kegunaan ibadah tersebut. Bahwasanya di sekolah kecerdasan spiritual dapat dikembangkan dan dibina melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan.